Pendekatan Psikoterapi Psikodinamik pada Gangguan Afektif Bipolar Episode Depresif Berat dengan Konflik Identitas dan Relasi Interpersonal
Keywords:
Gangguan bipolar, Psikoterapi Psikodinamik, Konflik Identitas, Relasi Interpersonal, Mekanisme Pertahanan EgoAbstract
Gangguan afektif bipolar merupakan gangguan mood kronis yang sering dipengaruhi oleh faktor biologis, psikologis, dan sosial. Laporan kasus ini membahas seorang laki-laki berusia 23 tahun dengan diagnosis gangguan afektif bipolar episode kini depresif berat tanpa gejala psikotik. Pasien datang dengan keluhan sedih mendalam, kesepian, gangguan tidur, penurunan motivasi, serta hendaya fungsi sosial dan pekerjaan setelah putus hubungan romantis. Riwayat perkembangan menunjukkan pengalaman perundungan sejak masa sekolah, hubungan keluarga yang kurang suportif, serta konflik internal terkait identitas seksual. Evaluasi psikodinamik menunjukkan kebutuhan tinggi akan penerimaan, pola kelekatan anxiouspreoccupied, serta mekanisme pertahanan ego berupa reaksi formasi, pasif-agresif, dan acting out. Penatalaksanaan meliputi farmakoterapi dengan quetiapine dan sodium divalproate serta psikoterapi suportif dan psikodinamik. Selama terapi, pasien menunjukkan perbaikan mood, peningkatan insight, serta kemampuan regulasi emosi yang lebih adaptif. Pendekatan psikodinamik membantu pasien memahami konflik intrapsikis, meningkatkan kohesi diri, dan memperbaiki pola relasi interpersonal.
