Kekambuhan Gangguan Skizoafektif Tipe Campuran akibat Ketidakpatuhan Pengobatan: Sebuah Laporan Kasus

Authors

  • Luh Nyoman Alit Aryani Program Studi Spesialis Kedokteran Jiwa, Universitas Udayana Author
  • Dewa Ayu Dwi Megantari Putri universitas udayana Author
  • Anak Ayu Sri Wahyuni Program Studi Spesialis Kedokteran Jiwa, Universitas Udayana Author
  • Sahat Hamonangan Hariandja Kelompok Staf Medis Jiwa, Rumah Sakit Umum Daerah Mangusada Author

Keywords:

Skizoafektif, Psikosis, Ketidakpatuhan, Paliperidon, Psikoedukasi

Abstract

Gangguan skizoafektif tipe campuran ditandai oleh munculnya gejala skizofrenia bersamaan dengan gejala manik dan depresif yang sama-sama menonjol dalam satu episode. Laporan ini membahas perempuan berusia 29 tahun yang dirawat karena marah-marah, iritabilitas, perilaku impulsif, kesedihan, rasa bersalah, gangguan tidur, waham curiga dan kendali, serta halusinasi auditorik dan visual. Kekambuhan terjadi setelah pasien menghentikan kontrol dan pengobatan serta memilih pengobatan tradisional. Pemeriksaan awal menunjukkan gangguan penilaian realitas, tilikan derajat dua, PANSS total 102, dan PANSS-EC 4–5. Pasien mendapat risperidon, asam valproat, lorazepam, injeksi paliperidon kerja panjang, psikoterapi suportif, psikoedukasi, dan terapi berfokus keluarga. Setelah perawatan, gejala psikotik dan perilaku agresif menurun dengan PANSS total 36 dan PANSS remisi 14. Kasus ini menegaskan pentingnya pendekatan biopsikososial-budaya dan strategi peningkatan kepatuhan untuk mencegah kekambuhan

Published

2026-07-30