Pendekatan Psikoterapi Psikodinamik pada Pasien Gangguan Cemas Menyeluruh dengan Distimia: Laporan Kasus
Keywords:
Gangguan Cemas Menyeluruh, Distimia, Psikoterapi Psikodinamik, Kelekatan, Mekanisme Pertahanan EgoAbstract
Gangguan cemas menyeluruh sering muncul bersama gangguan suasana perasaan kronis seperti distimia, terutama pada individu dengan riwayat stres psikososial dan pengalaman relasional yang tidak stabil sejak masa perkembangan awal. Laporan kasus ini menggambarkan seorang laki-laki berusia 23 tahun yang datang dengan keluhan utama kecemasan yang semakin memberat selama satu bulan terakhir disertai keluhan somatik pada lambung dan gangguan tidur. Gejala kecemasan awalnya muncul setelah putus hubungan dengan pasangan serta kematian kakek sebagai figur dukungan utama. Evaluasi psikodinamik menunjukkan adanya konflik intrapsikis terkait kebutuhan akan kasih sayang, pola kelekatan tidak aman, serta mekanisme pertahanan ego berupa somatisasi, isolasi, represi, dan reaksi formasi. Diagnosis klinis yang ditegakkan adalah Gangguan Cemas Menyeluruh (F41.1) dengan komorbid Distimia (F34.1). Pasien menjalani terapi kombinasi farmakoterapi dan psikoterapi psikodinamik terstruktur selama beberapa sesi. Evaluasi psikometri menunjukkan penurunan skor kecemasan dan depresi secara bertahap, disertai peningkatan insight serta kemampuan regulasi emosi. Laporan ini menegaskan pentingnya pendekatan psikodinamik dalam memahami akar konflik emosional serta memperbaiki pola relasi interpersonal pada pasien dengan gangguan cemas kronis.
