Pendekatan Psikoterapi Psikodinamik pada Pasien Episode Depresif Berat Tanpa Gejala Psikotik: Laporan Kasus

Authors

  • Hariandja Sahat Hamonangan Program Studi Spesialis Kedokteran Jiwa, Universitas Udayana Author
  • Rumpa Ayu Indra Program Studi Spesialis Kedokteran Jiwa, Universitas Udayana Author
  • Wardani Ida Aju Kusuma Program Studi Spesialis Kedokteran Jiwa, Universitas Udayana Author
  • Aryani Luh Nyoman Alit Program Studi Spesialis Kedokteran Jiwa, Universitas Udayana Author

Keywords:

Depresi Berat, Psikoterapi Psikodinamik, Konflik Keluarga, Kepribadian Ambang, Regulasi Emosi

Abstract

Episode depresif berat merupakan gangguan suasana perasaan yang dapat menimbulkan penderitaan psikologis serta gangguan fungsi sosial dan pekerjaan. Laporan kasus ini menggambarkan seorang laki-laki berusia 25 tahun yang datang dengan keluhan utama sulit tidur, perasaan sedih berkepanjangan, kehilangan minat, serta penurunan fungsi kerja. Gejala muncul setelah konflik keluarga terkait tekanan finansial dan hubungan emosional yang tidak harmonis dengan orang tua sejak masa kanak-kanak. Pemeriksaan status mental menunjukkan mood sedih dengan afek sesuai, tanpa gangguan proses pikir maupun persepsi. Pemeriksaan psikometri menunjukkan depresi berat pada awal evaluasi. Pasien didiagnosis episode depresif berat tanpa gejala psikotik dengan ciri kepribadian emosional tidak stabil tipe ambang. Penatalaksanaan dilakukan dengan kombinasi farmakoterapi dan psikoterapi psikodinamik yang berfokus pada eksplorasi konflik intrapsikis serta dinamika relasi masa lalu. Selama proses terapi terjadi perbaikan gejala secara bertahap, peningkatan insight, serta rekonsiliasi emosional dengan figur orang tua. Pendekatan psikodinamik memberikan kontribusi penting dalam memperbaiki regulasi emosi dan hubungan interpersonal pasien. 

Published

2026-03-28