Pendekatan Psikoterapi Psikodinamik pada Pasien Episode Depresi Berat Tanpa Gejala Psikotik: Laporan Kasus

Authors

  • Putra I Putu Risdianto Eka Program Studi Spesialis Kedokteran Jiwa, Universitas Udayana Author
  • Jeikawati Program Studi Spesialis Kedokteran Jiwa, Universitas Udayana Author
  • Wardani Ida Aju Kusuma Program Studi Spesialis Kedokteran Jiwa, Universitas Udayana Author
  • Diniari Ni Ketut Sri Program Studi Spesialis Kedokteran Jiwa, Universitas Udayana Author

Keywords:

Depresi Berat, Psikoterapi Psikodinamik, Mekanisme Pertahanan, Relasi Objek, Konflik Intrapsikis

Abstract

Episode depresi berat merupakan salah satu gangguan mood yang ditandai oleh perasaan sedih yang mendalam, kehilangan minat, serta gangguan fungsi psikososial yang signifikan. Pendekatan psikodinamik berperan penting dalam memahami konflik intrapsikis, pengalaman relasional masa lalu, serta mekanisme pertahanan yang mendasari munculnya gejala depresi. Laporan kasus ini menggambarkan seorang perempuan berusia 30 tahun yang datang dengan keluhan utama perasaan sedih yang menetap disertai kesulitan menjalani aktivitas sehari-hari. Riwayat kehidupan menunjukkan adanya pengalaman kehilangan, relasi interpersonal yang tidak stabil, serta kurangnya dukungan emosional sejak masa perkembangan awal. Evaluasi psikodinamik menunjukkan adanya kelemahan struktur ego, defisit self-object, serta penggunaan mekanisme pertahanan seperti introyeksi, represi, displacement, dan acting out. Pendekatan psikoterapi psikodinamik dilakukan dengan tujuan memberikan lingkungan terapeutik yang suportif serta membantu pasien memahami konflik emosional yang mendasari gejala depresi. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan kohesi diri pasien, memperbaiki kemampuan relasi interpersonal, serta mengurangi gejala depresi secara bertahap.

Published

2026-03-28